Penulis: Detik Viral

  • Stasiun Karet Resmi Tutup Mulai Hari Ini, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City: Ini Rute dan Aturannya

    Detik Viral – Stasiun Karet resmi berhenti melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL Commuter Line mulai hari ini, Selasa, 1 September 2026. Penumpang yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet kini harus beralih ke Stasiun Sudirman Baru atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun BNI City.

    Perubahan tersebut menjadi bagian dari proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. PT KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter melakukan penataan kawasan untuk memperbaiki alur pergerakan penumpang, meningkatkan aspek keselamatan, sekaligus membenahi akses transportasi publik di kawasan Karet dan sekitarnya.

    Meski Stasiun Karet tidak lagi melayani penumpang, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai penghentian perjalanan KRL. Pengalihan ini tidak berarti kereta berhenti beroperasi di kawasan tersebut. KRL tetap menjalankan perjalanannya, sedangkan aktivitas naik dan turun penumpang dari Stasiun Karet dipusatkan di BNI City.

    Stasiun Karet Tutup Mulai 1 September 2026

    KAI Commuter menetapkan 1 September 2026 sebagai awal pengalihan layanan penumpang dari Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City.

    Sebelumnya, Stasiun Karet menjadi salah satu titik yang digunakan masyarakat untuk naik dan turun KRL Commuter Line. Namun, selama proses integrasi berlangsung, penumpang tidak lagi dapat melakukan tap in maupun tap out melalui Stasiun Karet.

    KAI Commuter mengarahkan penumpang menuju Stasiun BNI City melalui akses yang telah disiapkan di kawasan Karet.

    Pengalihan tersebut direncanakan berlangsung selama pekerjaan integrasi kawasan, dengan target pekerjaan hingga akhir Desember 2026. Setelah proyek selesai, kawasan Stasiun Karet akan memiliki fungsi yang lebih terintegrasi dengan Stasiun BNI City.

    Dengan demikian, istilah “Stasiun Karet tutup” perlu dipahami secara tepat. Penutupan yang berlaku saat ini berkaitan dengan pelayanan penumpang, bukan penghentian perjalanan kereta di lintasan tersebut.

    Penumpang KRL Karet Dialihkan ke BNI City

    Bagi penumpang yang biasanya menggunakan Stasiun Karet, Stasiun BNI City menjadi lokasi utama untuk melanjutkan perjalanan.

    KAI Commuter menyiapkan akses penghubung dari kawasan Stasiun Karet menuju BNI City. Penumpang dapat mengikuti petunjuk yang tersedia serta arahan petugas di lokasi.

    Di Stasiun BNI City, KAI juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk menampung perpindahan aktivitas penumpang dari Karet.

    Fasilitas tersebut mencakup:

    • Gate elektronik untuk akses penumpang.

    • Loket pelayanan.

    • Hall penumpang.

    • Petunjuk arah menuju area pelayanan.

    • Jalur penghubung dari kawasan Karet.

    • Petugas yang membantu mengatur arus penumpang selama masa transisi.

    KAI Commuter juga menyiapkan peningkatan fasilitas penghubung antara kedua kawasan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan travelator dengan fasilitas pendingin udara untuk memudahkan mobilitas penumpang.

    Ini Rute Penumpang dari Karet ke BNI City

    Penumpang yang datang dari kawasan Karet tidak perlu mencari rute perjalanan KRL baru. Mereka cukup mengubah titik akses stasiun.

    Alur sederhananya sebagai berikut:

    Kawasan Stasiun Karet → akses selasar/penghubung → Stasiun BNI City → gate masuk → peron KRL → perjalanan menuju tujuan.

    Sementara itu, penumpang yang sebelumnya turun di Stasiun Karet perlu melakukan pola sebaliknya.

    KRL → Stasiun BNI City → keluar melalui area pelayanan → akses penghubung → kawasan Karet.

    KAI Commuter telah menyiapkan jalur penghubung sehingga pengguna yang masih berada di sekitar Stasiun Karet tetap memiliki akses menuju BNI City.

    Karena itu, penumpang sebaiknya tidak langsung menuju area Stasiun Karet untuk melakukan tap in atau menunggu kereta. Mulai 1 September 2026, aktivitas pelayanan penumpang dipusatkan di BNI City.

    Apakah Jadwal KRL Berubah?

    Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah pengalihan Stasiun Karet tidak otomatis berarti jadwal perjalanan KRL berubah.

    KAI memastikan perjalanan Commuter Line tetap berjalan. Terdapat ratusan perjalanan Commuter Line pada lintas Kampung Bandan/Cikarang yang tetap beroperasi selama proses integrasi kawasan berlangsung.

    Dengan demikian, pengguna KRL perlu membedakan antara perubahan lokasi pelayanan dan perubahan perjalanan kereta.

    Perubahan utama saat ini terletak pada tempat penumpang melakukan aktivitas naik dan turun.

    Jadwal perjalanan KRL tetap mengikuti ketentuan operasional yang berlaku. Namun, penumpang sebaiknya menyediakan waktu tambahan karena akses berjalan kaki menuju BNI City dapat membuat perjalanan dari atau menuju tujuan menjadi lebih panjang.

    (lebih…)

  • Harga BBM Terbaru 31 Agustus 2026: Cek Daftar Lengkap Pertamina, Shell, BP hingga Vivo

    Detik Viral – Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu informasi yang banyak dicari masyarakat, khususnya menjelang pergantian bulan. Perubahan harga BBM dapat memengaruhi biaya perjalanan, ongkos distribusi barang, hingga pengeluaran rumah tangga.

    Per Senin, 31 Agustus 2026, harga BBM di sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar di Indonesia masih mengacu pada harga yang ditetapkan pada awal Agustus. Belum tercatat adanya perubahan baru pada harga BBM nonsubsidi dari Pertamina, BP-AKR, Shell, Vivo, maupun Mobil Indostation pada hari ini.

    Untuk wilayah DKI Jakarta, misalnya, harga Pertamax berada di level Rp15.950 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual Rp16.600 per liter. Pertamax Turbo berada di angka Rp18.300 per liter.

    Sementara itu, harga BBM dari operator swasta juga cukup beragam. BP 92 dan Vivo Revvo 92 sama-sama berada di level Rp16.130 per liter. Pada kategori diesel, BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Vivo Diesel Primus sama-sama dibanderol Rp21.910 per liter.

    (lebih…)

  • Gunung Merapi Erupsi Lagi! Awan Panas Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Waspada

    Detik Viral – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan adanya guguran material vulkanik. Pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya.

    Peristiwa tersebut tercatat oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada pukul 21.22 WIB. Awan panas bergerak menuju kawasan hulu Kali Sat/Putih.

    Berdasarkan laporan yang dikutip dari Harian Jogja, APG tersebut berlangsung selama sekitar 116,97 detik. Sementara itu, amplitudo maksimum yang terekam pada seismogram mencapai 87,74 milimeter.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana pun perlu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari petugas.

    (lebih…)

  • Karhutla Kalimantan Makin Meluas, 72 Orang Jadi Tersangka: Polisi Bongkar Modus Pembukaan Lahan

    Detik Viral – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius setelah Kepolisian Republik Indonesia mengungkap penanganan puluhan kasus di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga 21 Agustus 2026, Bareskrim Polri mencatat 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla yang ditangani oleh sembilan Polda.

    Dari penanganan tersebut, polisi telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka perorangan. Kasus-kasus tersebut tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan, termasuk sejumlah provinsi yang menghadapi risiko karhutla cukup tinggi. Total luas lahan terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 1.006,67 hektare.

    Polisi juga menemukan pola yang relatif serupa dalam sejumlah perkara. Para tersangka diduga menggunakan metode pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan karena cara tersebut dinilai lebih murah dibandingkan metode pembukaan lahan lainnya.

    (lebih…)

  • OTT Rektor Unsoed Bikin Geger, KPK Sita Ratusan Juta Rupiah: Ini Duduk Perkaranya

    Detik Viral – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perkembangan terbaru kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru (PMB).

    Kasus ini menjadi perhatian publik karena penyidik KPK menemukan uang tunai dan saldo rekening yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan keterangan KPK, total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp764 juta, terdiri atas uang tunai sekitar Rp665 juta dan saldo rekening sekitar Rp99 juta.

    KPK melakukan OTT pada Kamis, 20 Agustus 2026. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, dan Jakarta. Sebanyak 14 orang sempat diamankan dalam rangkaian operasi tersebut.

    Setelah menjalani pemeriksaan, KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, serta tiga pihak swasta, yaitu Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.

    (lebih…)

  • Kabar Terbaru Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa 6 Saksi, Ini Perkembangannya

    Detik Viral, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Dalam perkembangan terbaru, penyidik memeriksa enam saksi dari pihak swasta untuk memperkuat proses penyidikan.

    Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik mengumpulkan alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna menyampaikan informasi mengenai pemeriksaan tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026.

    Menurut keterangan Kejagung, keenam saksi tersebut berasal dari kalangan swasta. Mereka diperiksa dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah.

    Kejagung Periksa Enam Saksi dari Pihak Swasta

    Enam saksi yang menjalani pemeriksaan masing-masing berinisial YM, ARW, AE, DP, ANQ, dan BH.

    Kejagung belum mengungkap secara rinci materi pemeriksaan setiap saksi. Namun, pemeriksaan tersebut diarahkan untuk membantu penyidik mendapatkan informasi yang diperlukan dalam proses pembuktian perkara.

    Anang Supriatna menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi merupakan salah satu tahapan penting dalam penyidikan. Keterangan dari para saksi dapat digunakan penyidik untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta mencari keterkaitan antara pihak-pihak yang diperiksa dengan perkara yang sedang ditangani.

    Selain mencari keterangan, penyidik juga menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

    Langkah tersebut penting karena perkara yang didalami tidak hanya berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, tetapi juga dugaan pencucian uang.

    Apa Tujuan Pemeriksaan Enam Saksi?

    Pemeriksaan saksi dalam suatu penyidikan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah membantu penyidik membangun rangkaian fakta berdasarkan keterangan orang-orang yang dianggap mengetahui atau memiliki informasi mengenai perkara.

    Dalam kasus Febrie Adriansyah, Kejagung menyebut pemeriksaan enam saksi dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti, memperjelas perkara, dan menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

    Dengan demikian, pemeriksaan enam saksi tersebut belum dapat dimaknai sebagai bukti bahwa seluruh saksi memiliki keterlibatan dalam perkara.

    Status seseorang sebagai saksi juga berbeda dengan status tersangka. Saksi dipanggil untuk memberikan keterangan mengenai informasi yang diketahuinya, sedangkan penetapan seseorang sebagai tersangka membutuhkan dasar dan alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Karena itu, identitas para saksi yang masih disampaikan dalam bentuk inisial perlu dibaca secara hati-hati agar tidak muncul kesimpulan yang belum terbukti.

    Kejagung Siapkan Pemeriksaan Saksi Baru

    Penyidikan perkara ini tidak berhenti pada pemeriksaan enam saksi tersebut.

    Kejagung juga menyampaikan bahwa akan ada pemeriksaan saksi baru pada Jumat, 21 Agustus 2026. Namun, hingga informasi tersebut disampaikan, Kejagung belum membuka identitas saksi yang akan dipanggil.

    Anang Supriatna meminta publik menunggu agenda pemeriksaan tersebut. Kejagung juga belum menjelaskan secara detail materi yang akan ditanyakan kepada saksi baru.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara dan belum menghentikan proses pengumpulan keterangan.

    Penyidikan Berfokus pada Pembuktian dan Penelusuran Aset

    Salah satu aspek penting dalam perkara dugaan TPPU adalah penelusuran aset dan transaksi keuangan yang diduga memiliki hubungan dengan tindak pidana asal.

    Karena itu, pemeriksaan saksi dari kalangan swasta dapat menjadi bagian dari upaya penyidik untuk memperoleh informasi mengenai hubungan transaksi, kepemilikan aset, maupun aktivitas lain yang dianggap relevan dengan perkara.

    Namun, perlu digarisbawahi bahwa keberadaan sebuah transaksi atau hubungan antara seseorang dengan pihak yang diperiksa tidak otomatis membuktikan terjadinya tindak pidana.

    Penyidik tetap harus menghubungkan setiap temuan dengan alat bukti dan konstruksi hukum yang berlaku.

    Pendekatan tersebut penting agar pemberitaan mengenai perkara hukum tidak berubah menjadi kesimpulan sepihak sebelum proses penyidikan dan proses hukum memberikan kepastian.

    Baca Juga! Harga Emas Antam Hari Ini 20 Agustus 2026 Melonjak, Tembus Rp2,7 Juta per Gram: Ini Penyebabnya

    Perkara Febrie Adriansyah Terus Berkembang

    Kasus yang menyeret Febrie Adriansyah sebelumnya telah memasuki sejumlah tahapan penyidikan. Pada perkembangan sebelumnya, Kejagung juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam perkara dugaan TPPU tersebut.

    Pada akhir Juli 2026, misalnya, penyidik memanggil sejumlah saksi untuk mendalami perkara. Dari sembilan saksi yang dipanggil pada saat itu, hanya tiga orang yang hadir memenuhi pemeriksaan, sementara enam lainnya belum memenuhi panggilan.

    Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain.

    Pada Agustus 2026, jumlah saksi yang diperiksa dalam rangkaian penyidikan juga terus bertambah. Hal ini memperlihatkan bahwa Tim 9 Kejagung masih melakukan pengumpulan informasi untuk memperkuat pembuktian perkara.

    Dengan demikian, pemeriksaan enam saksi terbaru tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang masih berlangsung.

    Publik Perlu Menunggu Hasil Penyidikan

    Perkara yang melibatkan seorang mantan pejabat tinggi penegak hukum tentu mendapat perhatian luas dari masyarakat. Karena itu, setiap perkembangan pemeriksaan perlu disampaikan berdasarkan keterangan resmi dan sumber yang dapat diverifikasi.

    Dalam tahap penyidikan, informasi mengenai saksi, aset, transaksi, maupun alat bukti masih dapat berkembang. Temuan penyidik juga belum tentu langsung menghasilkan kesimpulan akhir mengenai seluruh rangkaian perkara.

    Prinsip praduga tak bersalah tetap perlu dijaga sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

    Bagi masyarakat, perkembangan paling penting untuk dipantau adalah hasil pemeriksaan saksi, alat bukti yang berhasil dikumpulkan, penelusuran aset, serta langkah hukum berikutnya dari Kejagung.

    Kesimpulan

    Kejaksaan Agung kembali memperluas pemeriksaan dalam perkara yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Terbaru, enam saksi dari pihak swasta berinisial YM, ARW, AE, DP, ANQ, dan BH diperiksa penyidik. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengumpulkan alat bukti, memperjelas perkara, dan menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

    Kejagung juga menyatakan akan memeriksa saksi baru pada Jumat, 21 Agustus 2026, meski identitas dan materi pemeriksaannya belum diumumkan.

    Dengan proses penyidikan yang masih berjalan, publik sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan saksi, alat bukti yang ditemukan, serta langkah hukum yang diambil penyidik.

    Disclaimer:

    Artikel ini menyajikan perkembangan proses hukum berdasarkan keterangan resmi dan pemberitaan yang tersedia. Dugaan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Agustus 2026 Melonjak, Tembus Rp2,7 Juta per Gram: Ini Penyebabnya

    Detik Viral – Harga emas Antam hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026, kembali mengalami kenaikan tajam. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp80.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

    Berdasarkan pantauan pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.725.000 per gram, naik dari Rp2.645.000 per gram pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam kembali menembus level Rp2,7 juta per gram.

    Kenaikan harga emas domestik tersebut terjadi ketika pasar emas global juga bergerak sangat kuat. Harga emas dunia sempat menembus sekitar US$4.500 per troy ounce setelah investor merespons pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

    Namun, pergerakan emas global tidak selalu bergerak satu arah. Pada perdagangan 20 Agustus, harga emas dunia sempat mengalami koreksi setelah reli tajam sebelumnya akibat aksi ambil untung investor. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar emas masih sangat volatil.

    (lebih…)

  • Gunung Semeru Kembali Erupsi 2 Kali Hari Ini, Tinggi Letusan Capai 700 Meter: Ini Imbauan untuk Warga

    Detik Viral – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Rabu, 19 Agustus 2026. Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi pada pagi hari.

    Aktivitas pertama terjadi pada pukul 05.27 WIB. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dikutip dalam laporan Detik Viral, kolom abu hasil erupsi mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

    Tidak berselang lama, aktivitas vulkanik kembali terjadi. Pada pukul 06.43 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Saat laporan tersebut dibuat, proses erupsi masih berlangsung.

    Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru perlu meningkatkan kewaspadaan. Warga dan pengunjung juga perlu mengikuti informasi resmi dari petugas karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

    Gunung Semeru Erupsi Dua Kali pada Pagi Hari

    Erupsi pertama Gunung Semeru pada Rabu pagi terjadi pukul 05.27 WIB. Kolom abu teramati mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak.

    Dalam laporan pengamatan tersebut, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta timur laut. Aktivitas tersebut juga terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 143 detik.

    Sekitar satu jam kemudian, aktivitas erupsi kembali terjadi. Pada pukul 06.43 WIB, kolom abu Gunung Semeru mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

    Erupsi kedua tersebut menjadi aktivitas yang perlu diperhatikan karena terjadi dalam waktu relatif berdekatan dengan erupsi pertama. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan tingkat bahaya gunung api.

    Tinggi Letusan Semeru Capai 700 Meter

    Erupsi kedua pada pukul 06.43 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan PVMBG yang dikutip detikNews, aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan tersebut dibuat.

    Informasi mengenai tinggi kolom abu penting bagi masyarakat karena arah dan penyebaran material vulkanik dapat dipengaruhi kondisi angin. Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya mengambil kesimpulan hanya berdasarkan tinggi letusan.

    Yang lebih penting adalah mengikuti pembaruan resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru, termasuk rekomendasi wilayah yang perlu dihindari.

    Mengapa Warga Perlu Waspada?

    Aktivitas erupsi gunung api dapat menghasilkan sejumlah potensi bahaya, mulai dari abu vulkanik hingga material vulkanik lain yang bergerak mengikuti kondisi lereng dan aliran sungai.

    Abu vulkanik juga dapat mengganggu jarak pandang dan kualitas udara. Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta arahan dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

    Imbauan untuk Masyarakat di Sekitar Semeru

    Masyarakat yang berada di kawasan Gunung Semeru sebaiknya tidak mendekati area yang dinyatakan berbahaya oleh otoritas terkait.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan status aktivitas gunung api. Rekomendasi resmi dapat berubah mengikuti hasil pemantauan aktivitas vulkanik.

    Karena itu, beberapa langkah penting yang dapat dilakukan warga antara lain:

    1. Mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.

    2. Menghindari kawasan yang masuk dalam zona bahaya sesuai rekomendasi terbaru.

    3. Tidak melakukan aktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Semeru apabila petugas melarangnya.

    4. Menggunakan masker atau pelindung pernapasan ketika terjadi hujan abu.

    5. Melindungi mata dari paparan abu vulkanik menggunakan kacamata pelindung bila diperlukan.

    6. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat.

    7. Tidak menyebarkan informasi erupsi yang belum terverifikasi.

    Masyarakat juga sebaiknya tidak mendekati lokasi erupsi hanya untuk mengambil foto atau video. Aktivitas gunung api dapat berubah dengan cepat sehingga keselamatan harus menjadi prioritas.

    Jangan Hanya Mengandalkan Informasi dari Media Sosial

    Erupsi gunung api sering memunculkan berbagai video dan informasi di media sosial. Sebagian informasi tersebut dapat berasal dari kejadian lama yang kemudian dibagikan kembali seolah-olah merupakan kondisi terbaru.

    Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman.

    Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya memeriksa tanggal, lokasi, sumber video, dan keterangan yang menyertai unggahan. Untuk informasi mengenai status gunung api dan rekomendasi keselamatan, masyarakat perlu mengutamakan informasi dari lembaga resmi.

    Badan Geologi melalui PVMBG menjadi salah satu sumber penting untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia. Badan Geologi juga menyediakan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui kanal resminya.

    Baca Juga! El Niño Makin Kuat, BMKG Ungkap Ancaman Kekeringan dan Cuaca Indonesia 18–24 Agustus 2026

    Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Hujan Abu?

    Abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu biasa. Partikel abu dapat mengganggu pernapasan dan mata, terutama ketika konsentrasinya cukup tinggi.

    Jika wilayah tempat tinggal mengalami hujan abu, warga dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan.

    Gunakan masker ketika harus berada di luar ruangan. Tutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya abu. Selain itu, lindungi sumber air dan makanan dari paparan abu.

    Pengendara kendaraan juga perlu lebih berhati-hati karena abu dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan lebih licin.

    Jika kondisi semakin buruk, masyarakat sebaiknya mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri untuk tetap beraktivitas di luar rumah.

    Aktivitas Semeru Perlu Terus Dipantau

    Erupsi dua kali pada pagi 19 Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih perlu mendapat perhatian.

    Erupsi pertama pada pukul 05.27 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 500 meter, sedangkan erupsi kedua pada pukul 06.43 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak.

    Namun, informasi tersebut merupakan kondisi berdasarkan pengamatan pada saat laporan diterbitkan. Aktivitas gunung api dapat berkembang setelah laporan dibuat.

    Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menganggap kondisi sudah aman hanya karena tinggi kolom abu kemudian menurun atau letusan terlihat kecil.

    Pemantauan secara berkala tetap diperlukan.

    Kesimpulan

    Gunung Semeru kembali erupsi dua kali pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Erupsi pertama terjadi pukul 05.27 WIB dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Selanjutnya, erupsi kedua terjadi pukul 06.43 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

    Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah.

    Yang tidak kalah penting, warga sebaiknya tidak menyebarkan informasi mengenai erupsi yang belum terverifikasi. Dalam situasi bencana, informasi yang akurat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat sekaligus mencegah kepanikan.

    Catatan: Informasi aktivitas Gunung Semeru dapat berubah sewaktu-waktu. Artikel ini mengacu pada informasi yang tersedia pada 19 Agustus 2026 dan sebaiknya diperbarui apabila PVMBG menerbitkan perkembangan terbaru.

  • El Niño Makin Kuat, BMKG Ungkap Ancaman Kekeringan dan Cuaca Indonesia 18–24 Agustus 2026

    Detik Viral — Kondisi cuaca Indonesia pada pekan 18–24 Agustus 2026 masih berada dalam bayang-bayang musim kemarau dan penguatan fenomena El Niño. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi relatif kering.

    Dalam prakiraan cuaca terbarunya, BMKG juga mengingatkan bahwa potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan perlu mendapat perhatian. Namun, kondisi tersebut bukan berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami cuaca kering sepanjang pekan.

    Sejumlah daerah masih berpeluang mengalami hujan, bahkan hujan lebat, akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan lokal. Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

    (lebih…)

  • Upacara HUT ke-81 RI di Istana Hari Ini Dipimpin Prabowo, Momen Paskibraka hingga Jokowi Jadi Sorotan

    JAKARTA – Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara tersebut sebagai inspektur upacara.

    Perayaan kemerdekaan tahun ini turut menjadi perhatian publik karena dihadiri sejumlah tokoh penting negara. Salah satunya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), yang hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional lainnya.

    Selain kehadiran para pejabat negara, prosesi pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian upacara HUT ke-81 RI.

    (lebih…)