Tentang Lagu Koplo Banyuwangian yang Begitu Populer di Kalangan Anak Sub Urban – Berita Viral

Jujur sun akoni ati ingsun seng lilo/

jujur sun akoni welas iki yo mung kanggo riko/

(jujur ku akui hatiku tak rela/ jujur ku akui sayang ini hanya untuk dirimu)

Apakah kamu pernah mendengar lirik lagu di atas? Yap, itu adalah lagu berbahasa Banyuwangi atau biasa diistilahkan lagu Banyuwangian berjudul ‘Sun Akoni’ yang mengarah kepada genre dangdut. Lagu-lagu seperti ini seringkali kita dengar di bus-bus antar-kota atau antar-provinsi. Rata-rata, para bus jalur-jalur Pulau Jawa, terutama kawasan Pantura, tak akan melewatkan untuk menyalakan televisi di bus dan memutarkan lagu tersebut. Makanya, lagu ini kerap disebut juga sebagai ‘lagu pantura’.

Tentang lagu ‘Sun Akoni’ ini, di perkampungan, lagu itu pun ditirukan Ardi (33), penjual rujak soto di Rogojampi, Banyuwangi. Suaranya yang mengalun membawakan lagu Banyuwangian itu dalam nada yang mendayu-dayu. Di lapak-lapak penjual CD, lagu yang dinyanyikan Demi itu pun diputar berkali-kali tanpa henti, seperti cerita yang ditulis dalam kompas.com.

Sebagai music lokal, lagu-lagu Banyuwangian seperti Sun Akoni ini termasuk yang sering banget didengarkan dan populer di kalangan penduduk sub urban. Namun, sekarang bukan hanya anak-anak yang ada di daerah pinggiran saja yang sekarang mendengarkan. Melodi dan tabuhan kendangnya yang asik benar-benar membuat orang yang mendengarkan lagi dan lagi –bahkan, yang mungkin tak begitu familiar dengan lirik dan musiknya.

Bagi warga Banyuwangi, lagu Banyuwangian memang menarik karena lebih asyik dan lebih sering cocok mengena di hati seperti perkataan kisah sehari-hari. Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Jember Ayu Sutarto mengatakan, lagu Banyuwangian merupakan cermin semangat identitas warga Banyuwangi. ”Sejak dulu masyarakat Banyuwangi merasa bukan Bali atau Jawa. Maka, identitas Using ini ditonjolkan dan akan terus bertahan,” kata Ayu, seperti dilansir kompas.com.

Sejak tahun 1980-an musik Banyuwangian ini sudah dimainkan dengan lirik yang mengunakan bahasa Using, nuansa blues, reggae, pop, hingga rock bisa kamu dengarkan. Barulah, sekarang saat industri musik ramai dengan musik jedug-jedug ala disko, kreativitas masyarakat Using juga tidak berhenti. Musik koplo (dengan genre dangdut) masuk dan berakulturasi dengan budaya Banyuwangi menjadi koplo Banyuwangian. Alat musiknya modern, tetapi tetap menggunakan bahasa Using.

Nah, berbicara tentang anak-anak sub urban yang suka banget mendengar music-musik koplo Banyuwangian, faktor lain adalah karena mereka (mungkin) jarang mendengar lagu-lagu pop yang sering netizen urban dengar di kafe, viral di medsos, atau mungkin pusat perbelanjaan. Sehingga yang mengisi hari-hari mereka adalah lagu-lagu sejenis Kelangan, Lungset, Juragan Empang, dan lain-lain.

Kini, lagu Banyuwangian menjadi salah satu pewarna belantika musik Indonesia. Tampilan-tampilannya di “youtube” dengan “setting” menarik sejak awal semakin membuat penikmat musik memilih untuk enggan melewatkannya begitu saja. Tak salah jumlah penontonnya di luar ekspektasi, seperti dilansir dari antara.com. bahkan genre-genre music yang awalnya ‘slow’ ditambahkan nuansa lebih asik dengan koplo.

BACA JUGA:  10 Lagu Hits Ini Dibuat Versi Koplonya, Netizen: Sama Enak Kayak Aslinya Nih

Enggak heran kalau ada banyak musisi seperti Demi Ganden, Catur Arum, Reny Farida, serta Dian Ratih yang muncul ke permukaan. Selain koplo Banyuwangian, lagu-lagu koplo Jawa seperti yang dinyanyikan oleh Via Vallen atau Nella Karisma juga laris manis. Secara garis besar sih, musiknya hampir sama, hanya berbeda bahasa saja.

You May Also Like