Swike, Makanan dari Daging Kodok yang Masih Tuai Pro Kontra di Indonesia – Berita Viral

Kalau masalah kuliner yang enak dan maknyuss, Indonesia juaranya. Segala macam masakan kaya rempah dan nikmat bisa ditemukan di sini. Belum lagi setiap daerah punya kuliner kebanggaan tersendiri yang rasanya tidak akan sama dengan yang abal-abal dan dijual di tempat lain.

Salah satu kuliner yang cukup populer adalah Swike. Bagi Sahabat Boombastis yang belum pernah mendengar nama kuliner ini, Swike adalah masakan Tionghoa Indonesia yang terbuat dari paha kodok. Yap, kalian memang tidak salah dengar kok, bahan utamanya adalah kodok. Lebih lengkapnya simak deh ulasan berikut ini.

Swike adalah makanan khas perpaduan Tionghoa-Indonesia

Hidangan ini dapat ditemukan dalam bentuk sup, digoreng kering, atau ditumis. Aslinya hidangan ini berasal dari pengaruh masakan Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Istilah “swikee” berasal dari dialek Hokkian sui (air) dan ke (ayam), yang merupakan slang atau penghalusan untuk menyebut kodok sebagai “ayam air”.  Umumnya kodok yang digunakan adalah kodok ijo (kodok hijau). Nantinya, kodok dimasak sesuai dengan selera dan dicampur dengan berbagai bumbu agar gurih dan lezat. Di Indonesia sendiri, Swike Grobongan Purwodadi terkenal tidak ada duanya. Makanan ini dalam berbagai olahan bisa ditemukan dengan mudah di kota ini.

Pro dan kontra tentang daging katak

Swike yang masih segar [Sumber gambar]

Keberadaan makanan Swike ini layaknya memakan Anjing di Indonesia, banyak menuai pro dan kontra. Seperti yang diketahui bahwa dalam ajaran Islam memakan katak adalah hal yang terlarang. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits Abu Abdirrahman Bin Utsman Radhiyallahu ‘anhu berkata: “seorang dokter bercerita tentang obat di hadapan Rasulullah, dia menyebutkan bahwa bahan obat itu adalah katak, lalu Rasulullah pun melarang membunuh katak”(HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Darimi). Atas landasan hukum inilah, para ulama dan fuqaha melarang memakan daging katak, karena dibunuh pun tidak boleh apalagi dijadikan sebagai santapan.

Memakan katak ditinjau dari kesehatan

Olahan Swike [Sumber gambar]

Itu tadi jika ditinjau dari pendapat ulama, sekarang bagaimana dampaknya bila dilihat dari kacamata pakar kesehatan? Mungkin ini kabar buruk untuk kamu para penggemar Swike. Melansir Liputan6.com dari ZeeNews, besarnya residu yang bandel dan beracun dari bahan kimia pertanian biomagnified dalam rantai makanan, terakumulasi dalam tubuh katak. Konsumsi terus menerus bisa memicu stroke, kanker, kelumpuhan, gagal ginjal, dan kelainan bentuk lainnya. Di negara lain, seperti India perburuan beberapa jenis katak juga merupakan hal yang illegal. Sehingga, jika ada yang masih nekat menyelundupkan ia akan dikenakan hukuman dan sanksi.

Kendati begitu, banyak orang yang membuka bisnis makanan swike

Rumah makan Swike [Sumber gambar]

Tidak semua orang memang bisa memakan daging katak, ada yang bahkan merasa jijik dan tidak tega memakan hewan yang hidup di dunia ala mini. Belum lagi, mereka yang muslim juga pasti berfikir dua kali untuk mampir dan mencicipi Swike. Namun, yang namanya selera orang berbeda-beda, kendati menuai kontra, masih banyak rumah makan yang menjual katak yang dimasak dalam berbagai varian. Selain di Purwodadi, Swike ini juga terkenal di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang bahkan Surabaya.

BACA JUGA: 5 Makanan Ekstrem yang Hanya Ada di Indonesia

Meskipun menuai kontra nyatanya ada orang yang masih kuat dan bisa memakan daging katak. Hal ini juga tak bisa dihindari karena di beberapa kota, ada warung-warung Swike legendaris yang konon rasanya lezat sama seperti daging ayam. Namun, kembali lagi ke pribadi masing-masing, jika bagi sebagian orang Swike bisa menjadi obat, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak ia juga bisa mendatangakan penyakit. Masalah mau tidak mau adalah preferensi tersendiri ya, Sahabat.

You May Also Like