Muhyiddin Yassin, PM Baru Malaysia yang Disebut Netizen Bukan Perdana Menteri Mereka – Berita Viral

Mahathir Mohammad baru saja melayangkan surat pengunduran dirinya sebagai PM Malaysia beberapa waktu yang lalu karena pergolakan politik. Ia mengumumkan pengunduran dirinya ini melalui akun resmi Twitter miliknya. Setelah mengundurkan diri, posisi kosong Mahathir diisi oleh Mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Pakatan Harapan, Muhyiddin Yassin.

Pemilihan Muhyiddin sebagai pengganti Mahathir ini mengejutkan banyak orang Malaysia. Mereka kemudian menyuarakan ketidaksukaannya melalui media sosial, khususnya Twitter dnegan tagar #NotMyPM yang sempat menjadi trending topic di Malaysia. Siapa sih Muhyiddin ini, dan mengapa pula banyak yang tak begitu menyukainya? Simak dalam ulasan berikut ini ya!

Lahir dari orang tau berdarah Bugis dan Jawa

Muhyiddin Yassin [sumber gambar]

Melansir Liputan6.com, berdasar pada laporan media Negeri Jiran The Star pada 2010, Muhyiddin mengakui percampuran darah Bugis dan Jawa dalam dirinya. Meski begitu, nasionalisme-nya sebagai orang Malaysia berada di atas segalanya. “Orang-orang menanyakan (bangsa) apa saya? Mendiang ayah saya (berdarah) Bugis dan mendiang ibu saya Jawa. Saya Malay (Orang Malaysia),” kata Muhyiddin, dikutip dari The Star.

Menjadi menteri dalam 4 era pemimpin yang berbeda

Muhyiddin Yassin [sumber gambar]

Kalau dari segi pengalaman dalam dunia politik rasanya tak perlu lagi diragukan. Muhyiddin sudah tercatat menjadi menteri sejak tahun 1995. Sejak saat itu hingga kini, ia sudah menjadi pejabat negara selama 25 tahun, di era pemimpin yang berbeda pula. Di antara jabatan yang pernah dipegang oleh Muhyiddin adalah menteri pemuda dan olahraga (1995-1999), menteri perdagangan dalam negeri dan konsumerisme (1999-2003), menteri pertanian dan industri pertanian (2004-2007), menteri perdagangan dan industri internasional (2008-2009), menteri pendidikan (2009-2015), serta menteri dalam negeri (2018-2020).

Mengkritik perdana menteri hingga didepak dari partai

Didepak dari partai [sumber gambar]

Dalam perjalanan politiknya, Muhyiddin mengawali karier dengan menjadi anggota partai Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO). Pada tahun 2009, ia terpilih sebagai wakil presiden partai. Tak hanya itu, setelahnya, saat Najib Razak terpilih sebagai perdana menteri, Muhyiddin didapuk sebagai wakil perdana menteri. Sayang, kariernya berakhir dengan pemecatan karena ia melayangkan krtik kepada Najib Razak terkait dengan skandal korupsi ‘1Malaysia Development Berhad’ (1MDB).

Kontroversi terkait dengan rasisme

Muhyiddin dan Mahathir [sumber gambar]

Muhyiddin pernah juga terlibat dengan pernyataan yang dianggap rasisme. Dalam pidatonya pada 2010 lalu, ia mengungkapkan kalau ia lebih suka disebut orang Melayu, alih-alih orang Malaysia. “Saya bangga disebut orang Melayu. Namun, menjadi orang Melayu bukan berarti Anda bukan orang Malaysia,” ungkapnya. Hal yang serupa juga ia sebut berlaku untuk orang Cina dan ras lain. Ia mengungkapkan kalau China bisa saja mengungkapkan dirinya adalah China, lalu baru menyebutkan kewarganegaraannya adalah Malaysia. Beberapa bulan setekahnya, ia mengatakan kalau orang bebas mendirikan kelompok sesuai rasnya. Misalkan, etnis China atau India yang membentuk organisasi semacam Perkasa, organisasi non-pemerintah untuk ras Melayu.

BACA JUGA: Sosok Mahathir Mohamad, PM Malaysia yang Bisa Menjadi Panutan Bagi Pemimpin RI

Meski sekarang sudah terpilih, Muhyiddin masih terus disebut Mahathir Mohammad sebagai sosok yang menusuk dari belakang. Mahatir Mohamad juga tak menyerah, ia masih ingin mengajukan menjadi PM Malaysia. Mahathir menyerukan agar dilakukan penghitungan ulang dukungan parlemen. Jika Muhyiddin gagal mengantongi minimal 112 dukungan, parlemen bisa mengajukan mosi tidak percaya. Namun, perubahan dukungan bisa saja terjadi karena tidak ada kawan maupun musuh abadi dalam politik, melansir akurat.co.

You May Also Like