Kisah Mohammad Arifin, Mantan Pengangkut Sampah yang Sukses Dilantik jadi Kepala Desa – Berita Viral

Ada hal yang menarik saat proses pelantikan 128 Kepala Desa (Kades) di Banyuwangi oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Bukan jalannya acara, melainkan salah satu dari Kepala Desa yang dilantik ternyata seorang mantan petugas kebersihan yang sehari-hari mengangkut sampah.

Dilansir dari news.detik.com, sosok Kades tersebut bernama Mohammad Arifin yang terpilih setelah meraih suara terbanyak pada 9 Oktober 2019 lalu. Sebagai mantan petugas kebersihan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, keberhasilannya menduduki jabatan tersebut merupakan sebuah prestasi yang sangat berharga. Kisah di bawah ini pun sangat menarik untuk disimak.

Sosok petugas kebersihan sehari-harinya mengangkut sampah milik warga

Bertugas mengambil sampah milik warga [sumber gambar]

Sebelum menjadi Kepala Desa, Arifin merupakan seorang Tim Kebersihan Desa (TKD) yang berkeliling dari satu tempat sampah ke tempat sampah lainnya di Desa Kemiren. Bekerja dua kali pada pagi dan sore, ia mengendarai motor beroda tiga menuju ke 70 titik untuk mengangkut sampah. Profesinya ini rutin dilakukannya sejak 2016 silam.

Didorong oleh warga untuk mengikuti kontes pemilihan Kepala Desa

Ilustrasi pemilihan Kepala Desa [sumber gambar]

Kesempatan menjadi Kepala Desa datang pada saat yang tidak diduga oleh dirinya. Pada saat itu, Arifin tengah ngopi bersama para pemuda di tempatnya. Tak disangka, mereka mendorong pria berusia 36 tahun itu untuk mencoba mencalonkan diri di pemilihan Kepala Desa. Sempat dikira hanya gurauan, anggapan tersebut sirna saat banyak warga yang bertamu ke rumahnya dan menginginkan agar Arifin ikut bursa Cakades.

Berhasil meraih suara terbanyak dan dilantik menjadi Kepala Desa

Akhirnya berhasil terpilih sebagai kades [sumber gambar]

Setelah mengikuti proses pemilihan, tak disangka jika dirinya berhasil keluar sebagai pemenang meski sebelumnya sempat pasrah. Uniknya, saat pengumuman kemenangannya sebagai Kepala Desa, ia tengah mencari rumput untuk makanan kambing miliknya. “Saya kaget sampai gemetar waktu itu. Siapa yang percaya, dibanding yang lain saya ini tidak punya latar belakang yang paham masalah politik dan birokrasi,” tuturnya yang dikutip dari radarbanyuwangi.jawapos.com.

Tetap bersahaja dan menolak perayaan saat dirinya berhasil dilantik sebagai Kepala Desa

Menolak perayaan dengan sikap yang bijaksana [sumber gambar]

Meski sempat tak percaya jika dirinya terpilih sebagai Kepala Desa, Arifin menunjukkan sikap bijaksananya saat pendukungnya ingin mengarak dirinya sebagai ekspresi gembira. Namun, ia menolak dan mengatakan bahwa hal tersebut tak patut dirayakan secara berlebihan, di saat kondisi pemilihan masih belum benar-benar dingin.

Bakal menggalakkan sektor ekonomi kreatif setelah terpilih sebagai Kepala Desa

Desa Adat Kemiren. Glagah, Banyuwangi [sumber gambar]

Setelah terpilih, Arifin sebagai Kepala Desa telah memiliki program yang akan dijalankannya, seperti mewujudkan ekonomi kreatif karena Desa Kemiren terkenal akan seni dan budaya lokalnya yang khas. Sebagai mantan pengangkut sampah, tak lupa dirinya juga menggalakkan program HIPPA untuk mengelola air di Kemiren. “Kalau bebas dari sampah, wisatawan juga senang. Selain itu sampah juga bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya yang dikutip dari radarbanyuwangi.jawapos.com.

BACA JUGA: Kisah Kepala Desa yang Sukses Ubah Desa Miskin Menjadi Ladang Uang Milyaran Rupiah

Usaha tak akan mengkhianati hasil. Barangkali, hal itulah yang bisa disematkan pada sosok Mohammad Arifin di atas. Mengabdikan diri di ranah sosial sebagai petugas pengangkut sampah, siapa sangka jika kini dirinya terpilih dan dilantik sebagai Kepala Desa. Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan.

You May Also Like