Kisah Driver Go Food yang Gigih Bekerja Keliling Bekasi Meski Harus Kayuh Sepeda Pancal – Berita Viral

Keterbatasan yang dimiliki bukan berarti menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus mencari rezeki. Bahkan mungkin dari kekurangan yang ada, justru ada banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa diambil. Untuk hal yang satu ini, kita bisa berkaca pada perjuangan seorang Driver Go-Food bernama Eko Susilo. Bukan menggunakan motor, dirinya mengantar pesanan yang ada dengan menggunakan sepeda pancal.

Ya, mengayuh saban hari mulai dari pagi hingga larut malam, dijalaninya dengan ikhlas. Sebelumnya, ia memang menggunakan sebuah motor bebek untuk menjalankan aktivitasnya. Sayang, kerusakan yang ada membuat Eko memilih sepeda pancal sebagai penggantinya. Bukan karena kemauan, keadaan inilah yang akhirnya memaksanya untuk tetap bekerja sebagai driver meski harus mengayuh setiap hari.

Mantan supir yang tak lelah mengayuh sepeda demi sesuap nasi

Sebelum menjadi seorang driver online, Eko merupakan mantan sopir truk ekspedisi Jakarta-Surabaya. Saat memutuskan untuk beralih profesi, ia mendapat cobaan dengan kerusakan motor miliknya sejak dua bulan lalu. Praktis, Eko pun harus rela menggunakan sepeda pancal demi kelangsungan pekerjaannya sebagai seorang driver. Sosoknya kemudian viral di dunia maya usai tertangkap kamera pelanggan.

Pilih mengayuh sepeda agar tetap bisa bekerja [Foto by Vitorio Mantalean]

Saat itu, dirinya tengah selesai mengantarkan makanan yang dipesan. Meski demikian, ada banyak respon positif yang diterima Eko. Mengayuh sepeda di antara lalu-lalang kendaraan, termasuk truk-truk berat di Bekasi yang berdebu, membuatnya kerap diganjar penghargaan berupa bintang lima dari pelanggan. “Customer komplainnya kok agak lama, saya jawab, ‘maaf Bu, motor lagi rusak’. Ngomong terus terang gitu. Ya kaget mereka,” kata Eko yang dikutip dari Megapolitan Kompas.

Sempat jatuh sakit dan membatasi orderan yang diterima

Mengayuh sepeda di antara kepadatan Kota Bekasi, sekali waktu sempat membuat tubuhnya sakit. Bukan tanpa sebab, Jauhnya jarak yang mesti ia tempuh demi mengantar pesanan dengan sepeda membuat Eko mau tak mau bergerak kesana kemari setiap malam hari. Saat awal-awal memakai sepeda, ia sempat jatuh sakit. Mengingat, fisik dan usianya sudah tak lagi muda.

Sempat sakit saat awal-awal mengayuh sepeda [Foto by Vitorio Mantalean]

Pas pertamanya kaget, balik ke rumah aku kerok. Angin itu, biar lancar lagi. Baru jalan seminggu, badan remuk itu,” tutur Eko yang dikutip dari Megapolitan Kompas. Alhasil, ia pun membatasi diri untuk tidak mengambil order yang jangkauannya cukup jauh. Jika sedang ramai, Eko mengaku pernah meraup 13 order sepanjang malam hingga subuh. Sat itu dirinya berhasil mengumpulkan poin sebesar 19,5.

Sempat merasa takut diberhentikan sebagai driver karena kisahnya yang viral

Meski sosoknya kini tengah viral, hal tersebut justru membuat EKo merasa ketakutan. Bukan apa-apa, ia merasa khawatir bakal kena teguran dari perusahaan karena dirinya menggunakan sepeda pancal untuk mengantarkan makanan. Bahkan, kemungkinan buruk lainnya yang dihadapi adalah, akunnya kena suspend. Jika sudah begini, ia sendiri nantinya yang bakal repot.

Eko telah mendapat bantuan dari rekan-rekannya sesama driver Go-Food [Foto by Vitorio Mantalean]

Meski demikian, bukan berarti tak ada yang peduli terhadap nasib Eko. Sejumlah rekan-rekan seprofesi memberikan bantuan pada dirinya untuk memperbaiki motor yang rusak. Harapannya, Eko bisa kembali beraktifitas normal sebagai driver dan tak lagi menggunakan sepeda pancal. Meski demikian, Eko juga mengaku dirinya belum mendapatkan bantuan apa pun dari Go-jek.

BACA JUGA: Pantang Menyerah, Driver Ojol Ini Gunakan Sepeda Pancal Karena Motornya Ditarik Leasing

Sekelumit kisah Eko di atas, membuka mata dan hati kita tentang realitas yang ada. Karena masih banyak mereka di luar sana yang harus berjuang keras sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kegigihan dan semangat yang dilakukan oleh Eko di atas, setidaknya bisa menjadi pelajaran bagi kita. Bahwa keterbatasan yang dimiliki, bukan menjadi alasan untuk berpangku tangan dan berharap belas kasih orang lain.

You May Also Like