Ibnu Al-Awwam, Pakar Ilmu Pertanian Muslim Terkenal di Andalusia Hingga ke Seluruh Eropa – Berita Viral

Jejak peradaban Islam yang tersebar di seluruh penjuru bumi ini, senantiasa dikenang zaman karena pengaruhnya yang luar biasa besar. Pada masa keemasan inilah, sosok Ibnu al-Awwam juga ikut memberikan kontribusinya di bidang pertanian. Alhasil, namanya pun dikenang sebagai sosok pakar pertama di bidang agronomi (ahli ilmu pertanian).

Sebagai seorang ahli pertanian, pengetahuannya itu juga diikat menjadi sebuah tulisan dalam sebuah kitab yang bernama “al-Filāḥa” , di mana isinya banyak berbicara soal bagaimana bercocok tanam dan beternak yang benar. Bahkan, karyanya ini sukses mencerahkan bidang negara-negara Eropa saat itu. Simak kisahnya berikut ini.

Dikenal sebagai pakar ilmu pertanian pertama di Andalusia

Ilustrasi Andalusia di era modern [sumber gambar]

Sosok cerdas bernama lengkap Abu Zakariya Yahya ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Al-Awwam Al-Ishbili itu, merupakan seorang pakar agronomi (pertanian) yang sangat masyhur di Andalusia (Spanyol modern saat ini). Di kalangan ilmuwan Islam pada masa itu, sosoknya sangat menonjol karena pengetahuan ilmu bercocok tanamnya yang luar biasa. Hal ini kemudian diperkuat dengan terbitnya kitab Kitāb al-Filāḥa yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Book on Agriculture.

Menulis kitab “al-Filāḥa” yang menjadi rujukan para petani saat itu

Kitab al-Filaha karya Ibnu Al-Awwam [sumber gambar]

Pemikiran Ibnu Al-Awwam soal pertanian, kemudian ditulis dan dijadikan sebuah kitab yang bernama “al-Filāḥa”. Di dalamnya, segala jenis teknik bercocok tanam dipaparkan dengan jelas, termasuk 585 kultur mikrobiologi dan 55 di antaranya tentang pohon buah. Terbagi dalam dua bab, “al-Filāḥa” total memiliki 34 bab. Soal pertanian, dijelaskan sebanyak 30 bab. Sedangkan 4 bab sisanya berbicara pengetahuan tentang peternakan.

Kitab karyanya menyebar dan dicetak oleh negara-negara Eropa lain

Kitab al-Filaha karya Ibnu Al-Awwam dicetak dalam bahasa Prancis [sumber gambar]

Pakar pertanian yang hidup di sekitar abad ke-12 ini, menjadi salah satu pakar yang menjadi bagian dari zaman keemasan Islam saat itu. Saking besarnya sumbangsih Ibnu Al-Awwam di bidang pertanian, kitab al-Filāḥa di cetak oleh negara Eropa lainnya dalam bahasa mereka, seperti bahasa Spanyol (dicetak di Madrid-1802), Seville (1878) dan bahasa Perancis (dicetak di Paris 1865).

Sukses hasilkan karya yang luar bisa di tengah carut marut kondisi politik Andalusia

Hebatnya, semua karyanya Ibnu Al-Awwam itu dibangun di tengah ketidakpastian kondisi politik yang carut marut. Saat itu, peradaban Islam di Andalusia berada di ambang kehancuran karena berbagai hal, seperti peperangan dengan tentara Kristen Spanyol dan berbagai intrik politik. Meski demikian, hal tersebut berhasil dilalui Ibnu Al-Awwam lewat kitabnya yang kini menjadi warisan penting bagi dunia. Khususnya di bidang pertanian.

Nama-nama besar di bidang pertanian yang menjadi zaman keemasan Islam

Ilustrasi ilmuwan Muslim [sumber gambar]

Selain Ibnu Al-Awwam, para pakar lainnya yang sama dengan dirinya juga banyak memberikan sumbangsih di dunia pertanian maupun peternakan. Mereka adalah ahli hewan ternak Al-Asma’i (740-828 M), dan Ābu Ḥanīfah Āḥmad ibn Dawūd Dīnawarī (828-896), ahli botani dengan kitab al-nabât.

BACA JUGA: 5 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Dipakai Umat Manusia Hingga Kiamat Tiba

Berkat keahlian dari seorang Ibnu Al-‘Awwam dan kitab “al-Filahah” , karyanya tersebut menjadi rujukan soal pertanian dan memiliki pengaruh yang kuat di Eropa hingga abad ke-19. Bisa dibilang, keahlian Ibnu Al-‘Awwam telah banyak menyuburkan tanah Eropa lewat pertanian yang tepat guna pada masa itu.

You May Also Like