Gugur Demi Negara, Inilah Ksatria Polri yang Wafat Saat Menunaikan Tugas di Tanah Papua – Berita Viral

Bertaruh dengan nyawa yang bisa melayang sewaktu-waktu, menjadi sebuah resiko bagi para prajurit TNI/Polri kala bertugas di daerah yang rawan dengan konflik. Salah satunya bagi mereka yang tengah ditempatkan di daerah Papua. Seperti pemberitaan baru-baru ini, seorang anggota Polri bernama Briptu Heidar gugur dalam tugas karena menjadi korban sandera di Puncak, Papua.

Kerasnya medan dan ditambah dengan lokasi terpencil, membuat bumi cendrawasih itu kerap menelan korban jiwa. Baik dari kalangan TNI/Polri maupun pihak Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) yang selama ini saling berhadapan satu sama lain. Begitu berbahayanya, inilah para prajurit Bhayangkara yang gugur saat menunaikan tugas negara di tanah Papua.

Briptu Hedar yang gugur setelah disandera sekelompok orang

Sebelum disandera oleh sekelompok orang, Briptu Hedar saat itu tengah melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor. Tak sendiri, ia berboncengan dengan rekannya, Bripka Alfonso Wakum. Karena dipanggil seseorang yang ia kenal saat lewat di Kampung Usir, Briptu Hedar pun langsung menghentikan kendaraannya.

Saat itulah, sekelompok orang tiba-tiba membawa dirinya dan menyisakan Bripka Alfonso yang tengah duduk di atas motor. Saat itulah dirinya langsung melapor ke pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak. Sempat terjadi negoisasi dengan KKB pimpinan Lekagak Talenggen agar membebaskan Briptu Hedar. Namun sayang, ia kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, tak jauh dari lokasi penyanderaan dengan tubuh penuh luka tembak.

Brigadir Firman meregang nyawa karena terkena tembakan dari KKB

Pupus sudah harapan Brigadir Firman menggendong anak keduanya. Anggota Detasemen B Brimob Polda Papua itu gugur karena tembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tak hanya dirinya, aksi keji itu juga sempat mengenai rekannya, Bripka Yongki Rumte yang kala itu sedang melakukan patroli di Mile distrik 69, Mimika Papua.

Brigadir Firman yang gugur di Papua [sumber gambar]

Saat diperiksa, Brigadir Firman diketahui tertembus timah panas pada bagian punggung yang membuatnya wafat. Sementara Bripka Yongky Rumte juga sama-sama tertembak di bagian tersebut namun berhasil selamat. Oleh Polri, Brigadir Firman dianugerahi Kenaikan Pangkat Anumerta.

Bharada Aldi gugur di tengah-tengah kontak senjata dengan KKB

Sama dengan Brigadir Firman, Bhayangkara Dua (Bharada) Muhammad Aldy yang juga merupakan anggota Brimob diketahui gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. Saat insiden terjadi, Aldy bersama petugas lainnya tengah mengamankan bandara untuk pendorongan logistik.

Bharada Muhammad Aldi gugur akibat tembakan [sumber gambar]

Saat itu, Aldy masuk dalam Pasukan Brimob Nemangkawi Tim Belukar dan terlibat kontak senjata dengan KKB. Usai kejadian, anggota Tim Belukar yang tertembak langsung dievakuasi menggunakan helikopter Penerbad. Sayang, nyawa pemuda yang lulus pendidikan Tamtama pada 2018 itu tak terselamatkan.

Bripka Desri Sahrondi digigit ular derik hingga nyawanya tak tertolong

Ular derik berjenis death adder yang merupakan hewan endemik di wilayah Papua dan Australia, menyebabkan salah seorang anggota Brimob bernama Bripka Desri Sahrondi gugur. Dilansir dari liputan6.com, Bripka Desri tergabung dalam Satgas Amole pengamanan areal PT Freeport Indonesia.

Bripka Desri Sahrondi gugur karena gigitan ular [sumber gambar]

Saat digigit, ia tengah duduk di bawah sebuah pohon dan menyenderkan tangannya pada batang kayu yang sudah ditebang. Tiba-tiba, muncul ular jenis Death Adder yang langsung menggigit tangannya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, nyawanya tak bisa terselamatkan. Bripka Desri pun dinyatakan meninggal dunia.

Briptu Berry Pramana Putra saat lakukan pengejaran terhadap KKB

Anggota Brimob Polda Papua Detasemen B Mimika, Briptu Berry Pramana, gugur akibat menderita luka tembak yang dilancarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Saat itu, ia dan rekannya yang lain tengah melakukan pengejaran pascaperistiwa penembakan di mil 67,5 Tembagapura, Papua.

Briptu Berry Pramana bersama rekan-rekannya [sumber gambar]

Korban tertembak di sekitar jembatan Utikini oleh KKB yang dipimpin Sabinus Waker,” kata Irjen Boy Rafli yang dikutip dari regional.kompas.com. Pengajaran yang melibatkan Briptu Berry itu sendiri, dilakukan kepada KKB yang menyebabkan dua kendaraan PT Freeport yang dikemudikan Muhamad Jamil dan Joe Hacth berkebangsaan Amerika terkena tembakan di bagian kiri.

BACA JUGA: Mengenal Death Adder, Ular yang Menggigit Bripka Desri Hingga Membuatnya Tewas

Mengabdi sebagai prajurit yang menjalankan tugas negara, kehilangan nyawa adalah salah satu resiko terberat saat bertugas di lapangan. Meski telah gugur, nama mereka akan selalu harum dan tetap dikenang sebagai pahlawan bagi bangsa, serta menjadi motivasi bagi generasi muda di masa depan.

You May Also Like