Duka Sleman: Arus Besar Terjang Susur Sungai SMPN 1 Turi, Ratusan Pelajar Sempat Hanyut – Berita Viral

Jelang akhir pekan ini, peristiwa mencekam terjadi pada kegiatan Pramuka pelajar SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta. 250 peserta berseragam pramuka mengikuti kegiatan susur sungai dikabarkan hanyut di lembah Sempor, Dukuh Donokerto, Turi, Sleman, karena ada arus besar yang menerjang.

Susur sungai adalah kegiatan outbound yang banyak dilakukan untuk kegiatan latihan MAPALA atau tentara. Namun dalam kondisi musim penghujan yang cukup ekstrem ini, susur sungai jelas tidak dianjurkan karena kondisi kontur alam tidak stabil. Memicu adanya terjangan arus, longsor dan sebagainya.

Berikut ini kronologi peristiwa susur sungai SMPN 1 Turli, Sleman yang berujung maut. Hingga saat berita ini dituliskan, BPBD masih mencari keberadaan 4 orang peserta yang dinyatakan hilang.

1. Dimulai dari sekolah ketika cuaca sudah gerimis

Susur sungai, pelajar tak tahu ada arus besar di hulu Sungai Sempor [Sumber gambar]

Salma Kusuma Handayani, salah satu siswi SMPN 1 Turi, Sleman menjelaskan bahwa kegiatan dimulai pada hari Jumat (21/2) pukul 14.30 WIB, diikuti oleh lebih dari 200 peserta. Pelajar kelas 7 ini mengakui bahwa saat itu sudah turun gerimis, tapi aliran sungainya masih normal.

Malangnya, tidak ada yang tahu bahwa di hulu sungai sudah lebih dulu terjadi hujan dan debit air sudah meningkat. Para peserta masuk ke dalam sungai dan mulai berjalan menyusuri, sebagian ada di bibir sungai.

2. Setengah jam berjalan, datang arus besar

Menurut Salma, sekitar setengah jam  kemudian, posisi mereka sudah di tengah sungai dan mendadak ada arus besar yang kuat. Salma dan teman-temannya terseret karena kuatnya arus tersebut. Beruntung dirinya sempat diselamatkan oleh kakak-kakak kelas hingga bisa dibawa ke batu-batu tebing.

Sempat hanyut, ratusan siswa berhasil dievakuasi. Namun beberapa di antaranya meninggal dunia [Sumber gambar]

Namun, masih banyak siswa yang sempat hilang. Beberapa siswa mengaku sempat saling tolong baik itu dengan melempar akar hingga ada yang ikut menceburkan diri. Salah seorang pelajar bernama Ahmad Bakir, menceritakan bagaimana ia sempat minta pada teman-temannya agar jangan panik. Selain Bakir, seorang pelajar bernama Danu juga ikut membantu dalam kondisi kritis tersebut.

3. Ratusan siswa yang hilang dicari oleh tim SAR gabungan

Meski sempat dinyatakan hilang, update Sabtu (22/2) dini hari, dari 249 siswa sudah 248 yang dikonfirmasi. Di antaranya 9 orang dinyatakan meninggal dunia dan masih ada satu orang yang belum terkonfirmasi keberadaannya. Sebagian siswa yang telah berpulang, dimakamkan pada Sabtu ini.

230 tim SAR gabungan dikerahkan untuk operasi pencarian siswa peserta susur sungai SMPN 1 Turi Sleman di Sungai Sempor [Sumber gambar]

Kakansar Yogyakarta, Lalu Wahyu Effendi, mengatakan bahwa pencarian Jumat malam hingga Sabtu dini hari masih dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca. Mengingat pencarian malam tersebut juga masih diliputi hujan dan situasinya gelap.

Sebanyak 230 anggota tim SAR gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan operasi penemuan peserta yang masih hilang. Lokasi pencarian juga diperluas hingga ke Sungai Bedok menurut update informasi Polda Yogyakarta pada Sabtu pagi pukul 10.19.

4. Kondisi Sungai Sempor dan cuaca yang mempengaruhi tinggi air

Sungai Sempor menurut Kepala Dusun Dukuh, Tartono, memiliki tinggi air normal cenderung dangkal. Tapi bila banjir tiba, tingginya bisa naik 1-1,5 meter. Susur sungai sendiri sebenarnya kegiatan yang bagus untuk pilihan outbound. Hanya saja diperlukan kualifikasi khusus, terutama keahlian berenang serta tinggi badan disesuaikan dengan medan.

Sungai Sempor lokasi kegiatan outbound Susur Sungai SMP 1 Turi Sleman [Sumber Gambar]

Banyak pihak menyayangkan kenapa kegiatan seperti ini dilakukan di musim penghujan. Apalagi peristiwa ini menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Warga setempat juga berhamburan menuju lokasi ketika mendengar ada pengumuman lewat pengeras suara masjid bahwa pelajar yang sedang berkegiatan Pramuka di sana ada yang hanyut.

Tentu saja hal ini tidak luput dari pandangan netizen yang sudah super kepo hingga mencari akun media sosial diduga milik sang kakak pembina. Namun tentunya di saat seperti ini, semua pihak dihimbau untuk fokus pada pencarian dan tidak mudah terbawa spekulasi yang beredar di jejaring sosial maupun grup Whatsapp.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Sleman dan kita semua. Memang sangat penting untuk memperhatikan keselamatan saat pengadaan kegiatan, terutama dalam masa cuaca ekstrem seperti ini. Semoga proses pencarian diberikan kelancaran dan keluarga para korban diberi ketabahan.

You May Also Like