5 Kebijakan Wisata Arab Saudi yang Mulai Longgar dan 'Buka-bukaan' Pada Wisatawan Asing – Berita Viral

Seolah tak ingin menggantungkan pemasukan negara dari sektor perminyakan dan gas, Atab Saudi kini mulai fokus menggenjot industri pariwisata dalam negerinya. Sebagai langkah awal, beberapa kebijakan khusus mulai diterapkan secara perlahan. Salah satunya pernah dibahas oleh Boombastis pada artikel “Aturan ‘Modern’ Ala Arab Saudi yang Membuatnya Semakin Mirip Negara Barat“.

Kebijakan wisata bagi turis asing di Arab Saudi, membuat negara petrodollar itu kian tebuka dan semakin ultrakonservatif. Demi pertumbuhan pariwisata dalam negeri, salah satu kebijakan yang dirasa semakin ‘longgar’ itu adalah, memberikan izin bagi turis yang bukan muhrim untuk menginap di kamar yang sama. Lantas, seperti apa bentuk aturan ‘bebas’ lainnya?

Mengeluarkan visa turis kepada wisatawan asing

Ilustrasi visa turis Arab Saudi [sumber gambar]

Sebelumnya, Arab Saudi memiliki kebijakan membatasi visa bagi warga asing untuk bekerja, melakukan ziarah ke situs suci di Mekkah dan Madinah, dan ibadah haji atau umroh. Dilansir dari Internasional Kompas, pemerintah Arab Saudi mualia menawarkan visa turis sejak 27 September lalu untuk pertama kalinya. Hal ini pun menjadi langkah awal dari negeri tersebut untuk membuka diri, khususnya di sektor pariwisata.

Turis wanita tak diwajibkan mengenakan abaya

Ilustrasi turis wanita tak wajib mengenakan abaya di tempat umum [sumber gambar]

Dari kebijakan visa tersebut, pintu Arab Saudi pun terbuka lebar-lebar bagi semua wisatawan asing. Terlebih, pemerintah setempat juga ingin menarik jumlah turis yang datang. Untuk lebih mempemudah, wisatawan asing wanita bahkan diberi kelonggaran berupa tidak wajib mengenakan abaya di tempat umum. Abaya sendiri merupakan pakaian lokal perempuan Saudi untuk menutupi seluruh tubuh mereka.

Pasangan non-nikah diizinkan menginap sekamar berdua

Ilustrasi loby hotel di Arab Saudi [sumber gambar]

Barangkali, kebijakan yang satu ini terdengar kontoversial dan tampak bersebarangan dengan nilai-nilai syariah di Arab Saudi. Dilansir dari International Kompas, Pasangan turis asing yang tanpa ikatan pernikahan akan tetap diizinkan untuk dapat menginap dalam satu kamar di hotel atau penginapan. Sementara untuk warga lokal, kebijakan di atas tidak berlaku dan diwajibkan memperlihatkan buku nikah saat menginap.

Wanita dewasa lokal Arab Saudi diperbolehkan menginap di hotel sendirian

Ilustrasi wanita Arab Saudi diijinkan menginap di hotel [sumber gambar]

Meski kaum perempuan selama ini kerap diawasi secara ketat oleh pemerintah, kebijakan wisata baru Arab Saudi akhirnya melonggarkan hal tersebut. Selain diizinkan mengemudi kendaraan sendiri, para wanita juga diperbolehkan menginap di hotel sendirian tanpa didampingi wali pria. Syaratnya adalah harus berusia dewasa menurut ketentuan dan menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku.

Pembangunan kota wisata yang membuat Arab Saudi semakin gemerlap

Untuk menunjang kebijakannya di sektor pariwisata, pemerintah Arab Saudi getol menggarap industri tersebut secara lebih serius. Salah satunya adalah pembangunan “kota hiburan” Qiddiya diluncurkan di dekat Riyadh, yang dilengkapi dengan taman hiburan kelas atas, fasilitas olahraga motor dan safari. Tak hanya itu, pemerintah Arab Saudi juga mengumumkan proyek multi-miliar dolar untuk mengubah 50 pulau dan situs murni lainnya di Laut Merah, menjadi resor mewah pada 2017 silam.

BACA JUGA: Mengintip Penjara Mewah Arab Saudi yang Malah Bikin Betah Para Tahanan di Sana

kebijakan Arab Saudi di atas, tak lepas dari keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS. Menerapkan konsep bernama Visi Saudi 2030, ia ingin agar Arab Saudi mengurangi ketergantungan pada minyak dan melakukan diversifikasi ekonomi. Salah satunya pada sektor industri pariwisata.

You May Also Like